Rabu, 10 November 2010

Saya dan Sang Sahabat...?



Hari ini saya inget, kemaren sahabat (tika) saya ulang tahun yang ke-20...Maaf y, saya belum bisa kasih hadiah dan belum sempet kumpulin ASZATA... ^_^

Setelah sekian lama (2 minggu), akhirnya saya bisa juga sejenak istirahat dari rutinitas, dan mencoba kembali untuk menulis..tenang saja, bukan suatu tulisan yang berat kok.
Saya rasa, saya tidak cukup baik untuk menulis satu hal yang terlalu serius..toh semuanya punya bidang masing-masing bukan?..Kesempatan saya menulis kali ini, sedikit saya paksakan di tengah malam.
Bukan sesuatu hal yang sangat penting (pribadi saya mengatakan, kalau ini penting...hehehe), tapi hanya karena saya tidak sabar untuk berbagi dengan yang lain, kepada siapaun anda yang menyisakan waktu sesaat saja untuk membaca tulisan ini.

Kesibukan saya beberapa hari belakangan ini, membuat saya menjadi orang yang sangat tidak peka..sampai akhirnya tersadar, saya lupa waktu untuk diri sendiri.
Menyedihkan memang. saya terlalu mencintai pekerjaan saya, tapi lupa untuk menyenangkan diri saya sendiri dan sahabat saya..^_^
Tidak heran memang kalau orang-orang, termasuk saya, sulit untuk mendapatkan kesempatan untuk tertawa..

Saya mengambil kutipan dari beberapa artikel di internet dan majalah:

"...Duluuuu sekali,untuk waktu yang lama, rasanya tertawa menjadi barang yang sangat murah..Tampaknya kita tidak pernah memikirkan berapa lama kita butuh waktu untuk tertawa.
Kalau perlu, menangis pun dengan tertawa..Tapi, semakin waktu beranjak, semakin kita mengenal dunia....
Yaa..sebutlah begitu, rasanya tertawa menjadi sangat mahal..Tampaknya tertawa menjadi hal yang sangat langka..."

Waktu dan masalah...
Saya pikir 2 hal itu menjadi musuh utama sang sahabat, yang saya sebut, Tertawa. tapi, setelah saya renungkan, saya bukan tidak punya kesempatan untuk Tertawa..Tapi, saya menutup kesempatan untuk Tertawa.
Di balik waktu yang sangat ”pendek”, masalah yang datang, saya malah membiarkan masalah menjadi akrab dengan kita.
Yaa..bodoh dan rugi, saya jadi selalu mentertawakan diri sendiri... ^_^

Sejak itu, mulai hari ini, dan seterusnya..Rasanya saya harus berteman lagi dengan sang sahabat.
saya rindu bersamanya, saya tidak sabar untuk selalu menghabiskan waktu dengannya, hanya untuk Tertawa.
kali ini, saya akan membiarkan untuk dia datang di kehidupan saya, dan biarkan di waktu kedepan, Tertawa yang akan merindukan untuk bersama saya. Bukan saya.




"...Suatu hari nanti kita kan bercerita lagi, Dan tertawa lagi disini..."




Thanks My Dear,


_a-nay_

Kamis, 21 Oktober 2010

Apa Salahnya Mencoba & Apa Salahnya Tidak Mencoba...?



Langit cerah membuat pagi yang begitu elok di pandang mata...Hari sabtu, yang biasanya saya di rumah saja, tapi hari itu berbeda karena di kampus saya mengadakan acara Ta`aruf (perkenalan).
Acara berlangsung di daerah Puncak..Niatnya hari itu saya mau menyusul ke sana, tujuan ke sana mau sejenak melupakan pekerjaan...hehehe

Saya berangkat dari rumah jam 4an, lalu sampai sana jam 7 malam..Di dalam perjalanan pada awalnya cuaca sangat bersahabat, tetapi ketika memasuki daerah Bogor cuaca pun tidak lagi bersahabat karena awan yang berubah warna menjadi kelabu. Walaupun hujan membasahi saya di perjalanan, tetap saya akan melaju motor saya dengan kebut...hehe

Setelah sampai di Puncak (villa rena), di depan villa banyak sekali bintang-bintang yang berkelap-kelip membuat suasana malam di puncak semakin indah.
Di sana saya memiliki tujuan lain, yaitu "would like to speak with my secret admirer"..Akhirnya tujuan itu terlaksana, walaupun hanya sebentar berinteraksi dengan dia... ^_^
Yang penting saya sudah berani dan mencoba, bahkan terkadang keberanian itu memberi resiko besar bagi diri kita.

Apa salahnya mencoba dan apa salahnya tidak mencoba? Mencoba menjadi salah manakala hasilnya tidak sesuai menurut ukuran kita yang hanya manusia, ini pun relatif karena 'ukuran' bagi tiap manusia berbeda. Tidak mencoba menjadi salah manakala orang lain telah mencoba dan berhasil, sementara kita tertinggal dan menyesal tidak melakukan apa-apa.




"...Dan hasilnya? Kita tidak berani mencoba, kita diam saja, kita melepas banyak kesempatan. Padahal mungkin bila kita coba, bila kita tidak diam saja, bila kita meraih kesempatan, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Paling tidak, usaha kita adalah cara kita belajar untuk memahami hidup. Bila salah, artinya kita bisa belajar dari kesalahan. Dan bila benar, maka kita akan mendapatkan kepuasan hati atas usaha yang kita lakukan. Tak ada salahnya berani mencoba selama masih dalam koridor kebenaran..."




Thanks My Dear,


_a-nay_

Sabtu, 09 Oktober 2010

Memotret Dengan hati...?



Kecintaan saya pada fotografi ketika saya mulai memiliki kamera sederhana saat semester 3, memang lebih kepada foto-foto tidak jelas dan tak penting, karena rol film habis untuk foto manusia yang kuambil secara asal. Hal ini tidak saya perhatikan hingga mata saya mulai suka dengan hal-hal yang diluar kebiasaan, mata saya termasuk pemilih dalam objek, agak luar biasa dalam mengatakan komposisi dan anglenya.
Hingga saya diperkenalkan dunia fotografi yang bagi saya tidak terbayangkan sebelumnya. Dunia ini membuatku bereksplorasi semakin gila. Menggila, hingga saya dihadapkan dengan “RULE-RULE” yang entah dari mana...

Aturan baku pengambilan gambar, dsb membuatku terhenyak, melihat kenyataan saya tidak pernah berfikir sampai sana, yang saya tahu hanya metering foto sudah benar, komposisi dan caraku memandang objek sudah bagus menurutku sendiri, dan mungkin orang akan beranggapan sama dengan saya, dengan hasil “ASAL JEPRET”. Saya mulai mengikuti aturannya, tetapi yang saya dapatkan hanya ketidaknyamanan dan saya kembali ke koridorku… “Asal Jepret!!”

Lama-kelamaan saya mengerti, kalau dunia fotografi itu adalah seni. menurut saya,
Seni adalah arah dariku memandang hidup, menceritakan hidup, memvisualisasikan imajinasi, menuliskan kehasratan dan seniku adalah sebuah kebebasan tentang SAYA!!

Cerita ini untuk mereka yang mencintai seni…
Untuk semua yang membantuku dalam pergerakan seni fotografi saya, terima kasih:

1. Kamera pertama saya yang mengajarkan indahnya garis-garis lurus dalam gambar untuk mulainya nilai seni fotografi saya, mengajarkan untuk mencintai manusia dari pergerakan mereka terekam dalam media foto
2. ASZATA yang selalu mendukung saya dalam hidup maupun di seni fotografi
3. Kampus Tercinta yang memperkenalkan saya pada dunia fotografi
4. Semua keluarga, teman dan sahabat yang mengajarkan saya seni dalam hidup

Sekali lagi...Terima kasih untuk perkenalannya dan perjalanannya.
Dan saya akan terus berevolusi, bermetamorfosis ke dunia yang semakin berseni dimataku...




"...Lakukanlah pemotretan dengan hati, belajarlah untuk mendengarkan suara hati kita..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Minggu, 26 September 2010

Matahari Juga Memiliki Hari-hari Sibuk...?



sudah sebulan saya tidak menulis di blog saya ini, bukan karena tidak ada kejadian yang penting..Tapi memang sedang ada hal yang sedang dikerjai, yaitu hasil laporan KKN yang membuat otak saya agak sedikit pusing. Belum lagi di tambah kegiatan-kegiatan yang lain, seperti hunting foto, main ps dan lainnya.

Ayolah Anay, kembali bersenang-senang di blog ini... ^_^

Baiklah, sekarang saya cuma pengen nulis kejadian (gak penting banget sih) yang saya alami beberapa bulan ini.

1. Tidak ada yang spesial

Aha! Awal yang baik bukan? Tidak ada yang spesial dalam hidup saya belakangan ini. Alias biasa aja..Jika kalian pikir hidup saya selalu sangat amatlah menyenangkan, I wish. Padahal Hidup saya sama aja dengan orang-orang pada umumnya. Dan saat ini saya lagi mengalami kesibukan!!!
Kesibukan itu yang membuat saya tertantang karena jika tidak ada kesibukan saya akan males sekali, tapi ini bukan berarti saya sok menyibuk diri ya. Ini cuma realita jujur aja.

2. Menulis lagi dan sedang mencintai dunia fotografi (edit foto)

Dengan adanya libur panjang yang kemaren itu membuat hikmah bagi saya, karena selama liburan saya sedang menikmati edit-edit foto. Ternyata edit foto itu lumayan susah...hehe
insyaallah bulan depan saya akan rajin menulis di blog ini, supaya hobi menulis+jadi wartawan bisa terwujud...amien ^_^

3. Spesial Moment

Naaah… ini bagian yang kalian tunggu-tunggu kan??..cerita tentang kejadian yang menurut saya penting di dalam kehidpan saya... ^_^
Kalau nanti ada kejadian yang penting menurut saya, pasti akan saya tulis di blog ini..Untuk berbagi cerita dengan teman-teman yang ada di FB dan Twitter, dan semoga mereka yang membaca mendapatkan inspirasi dan senang dengan blog saya...

Well, bagaimana? Yang pasti bukan hari-hari terbaik dalam hidup saya. Tapi seperti yang saya bilang, hidup itu seperti berkelana dengan rollercoaster, penuh dinamika. Gak selalu seneng terus.N No big deal!




"...Matahari Juga Memiliki Hari-hari Sibuk..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Rabu, 18 Agustus 2010

Ingatlah Hari ini...?



Selama sebulan ini, saya memimpin sebuah kelompok KKN..KKN tersebut bernama CENDEKIA 67, sebuah nama yang diambil dari kesepakatan kelompok.
Alasan mengambil nama kelompok itu, karena kita semua ini akan menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi orang banyak...Amien... ^_^

KKN berlangsung dari tgl 19 Juli - 19 Agustus 2010..Sebulan full kami ber 18 orang mengabdi kepada masyarakat desa Cihowe. pokoknya selama di sana kami semua merasakan pahit, manis, asem dan lain-lain. Dikarenakan kami semua ini dari berbeda fakultas ALIAS PELANGI... ^_^

Singkat cerita, hari ini Tanggal 19 Agustus 2010, kelompok KKN Cendekia 67 akan mengadakan peutupan KKN 2010. Pasti acara puncak ini yang di tunggu-tunggu oleh kelompok saya, karena di acara ini akan ada pemutaran video dokumenter. Video tersebut berisi tentang kegiatan kita selama sebulan di Desa Cihowe ini. Dan waktupun berjalan, akhirnya video tersebut di tayangkan dan disaksikan oleh semua warga sekitar. Di video itu ada moment foto-foto yang mengharukan, lalu dtambahkan lagi dengan 1 lagu dengan alunan melodi yang meruntuhkan hati kita semua. Semua anggota Kelompok KKN saya Terenyuh melihat tanyangan video tersebut, ada yang menangis, matanya berkaca-kaca dan mereka semua langsung berpelukan sambil mengucapkan kata "MAAF".

Moment inilah yang dinanti oleh saya, karena dengan adanya moment tersebut. Semua yang kita lakukan akan menjadi kenangan manis bagi mereka semua, selain itu mereka juga bisa merasakan adanya keluarga baru di kehidpuan mereka semua. Semoga saja dengan adanya moment seperti ini bisa menjadi obat rindu untuk kelompok KKN saya (Cendekia 67). Saya tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini... ^_^

Akhirnya selesai juga KKN di desa Cihowe... ^_^


Thank you My Dear


_a-nay_

Sabtu, 14 Agustus 2010

Saya Cuma Orang Belakang Layar...?



Mungkin kamu udah pernah baca saya menulis kalo saya ini tipe orang belakang layar banget. saya paling mati gaya kalo harus berada didepan kamera. Saya lebih senang jika orang menyerang karya saya ketimbang urusan pribadi saya. Saya cuma pengen jadi Anay, si Anay Aszata di belakang layar. Orang gak mengenal sosok saya itu jauh lebih nyaman buat saya. Saya prefer orang lebih mengenal karya saya ketimbang sosok saya.




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Sabtu, 24 Juli 2010

I Missed The Fun In My Dream...?



Saya inget, pertama kali dapet kesempatan ingin menjadi seorang penulis dan meskipun saya emang bermimpi pengen bikin sesuatu yang menurut saya bagus. Wuuuahh.. saya excited! Meskipun deg-degan tapi entah kenapa saat itu semua rasanya tanpa beban, penuh semangat, penuh suka cita, fun fun fun!!! I do what I love and I love what I do!! Semua terasa menggelora, murni, penuh semangat, dan penuh cinta! Saya amat sangat mencintai menulis dan ini surga kecil saya!! Saya serasa sedang berada di surga!

Lalu seiring berjalannya waktu…

Perlahan saya mulai keilangan rasa “fun” itu. Kemurnian membuat mimpi itu mulai terkikis. Mulai banyak tuntutan ini itu. mimpi ini bukan lagi milik saya seorang tapi juga milik semua orang, bahkan yang tidak terlibat di mimpi itu sekalipun! Sungguh membingungkan jika gak mau disebut memusingkan dan bikin pengen muntah! Sepertinya membuat mimpi harus menyenangkan banyak pihak! sama sepertinya membuat film harus sesuai dengan selera semua orang!

Dan akhirnya bikin mimpi itu sama sucksnya seperti ketika saya harus ujian kelulusan SMA!!! Melakukan apa yang menjadi standard baik di mata orang, tapi tidak di mata hati saya.

Terlalu banyak tuntutan!

What the hell???

Semakin kita ingin memenuhi semua tuntutan itu, semakin jauh kita dari kemurnian mimpi yang pengen kita buat. Saya jadi merasa jati diri saya kok jadi ilang ya? Kayak anak abg labil yang mencari jati diri.

Tapi untung saya cepet menyadarinya. Saya gak mau keilangan kesenangan saya dalam membuat mimpi itu menjadi kenyataan! Untuk apa saya ngedengerin orang-orang yang mengatur-atur saya dalam membuat mimpi itu?? Kalo mereka mau, bikin mimpi mereka sendiri aja!

Baik buruk, jelek bagus, itu gak masalah. Saya bukan seorang yang megalomaniac yang maunya semua orang suka mimpi saya. Saya disini bukan untuk mengatur apa yang orang harus rasakan pada mimpi saya. Jika orang bilang jelek, ya emang itu yang mereka rasakan, so what? Saya gak masalah. Saya juga bukannya gak mau di kritik oleh para kritikus, I just don’t listen to them.

Saya cuma pengen jadi diri saya sendiri.

Saya cuma pengen kembali bersenang-senang. Berpetualang! Berekspresi! Dan saya gak akan biarkan orang laen merampas kesenangan saya. Haha!!




Thanks, My Dear...


_a-nay_