Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun Baru, Menawarkan Berjuta Mimpi...?



Tak terasa detik demi detik berlalu begitu cepat, hari berganti hari, bulan-bulan berlalu..Setahun telah berlalu kembali, telah terukir semua kenangan. Pahit manis kehidupan datang dan pergi, suka dan duka mengiringi langkah kita setahun terakhir ini: tahun 2010.

Kini tahun baru telah tiba. Menawarkan berjuta mimpi. Membentangkan harapan, bukan duka dan kekecewaan. Ini adalah tahun yang menentukan, tahun yang harus penuh kesuksesan dan kebahagiaan.

Berbahagialah kita sekarang ini, karena menerima kegembiraan dan bisa membagikan. Kegembiraan yang barangkali berawal dari kata “baru”, yang berarti juga masih adanya harapan. Harapan akan sesuatu yang “baru”, yang lebih baik, lebih aman. Lalu mimpi yang terangkai tahun lalu yang belum sempat diwujudkan akan terlaksana di tahun ini. Tahun baru adalah semangat baru, semangat untuk berubah menjadi lebih baik, semangat untuk meraih segala impian karena selalu ada harapan baru.

Mungkin kita pernah bermimpi dan mimpi itu belum kita wujudkan. Ketika badai datang dan menghempaskan kita di sudut kehidupan yang menyedihkan, bukan berarti itu terjadi agar kita mengubur segala impian. Tetapi agar kita menjadi kokoh, sekokoh batu karang. Agar kita keras sekeras baja. Karena hanya dengan penderitaan manusia akan membaja. Seiring berjalannya waktu, diri kita telah ditempa dengan berbagai cobaan, ujian, kekecewaan dan sedikit kecemasan. Kita akan berubah menjadi mutiara atau tetap menjadi batu kerikil yang tidak ada harganya, hanya kita yang menentukan. Karena apa pun yang terjadi dalam hidup kita hanya kita sendiri yang bisa mengambil hikmah dan pelajarannya, bukan orang lain.

Kepada siapa lagi kita berharap jika kita tidak berharap kepada diri sendiri. Tuhan juga akan diam saja kalau kita tidak bergerak, take action! Jangan biarkan diri kita murung karena menyesali kegagalan di tahun lalu. Biarkan itu berlalu dan raihlah kebahagiaan kita di tahun ini. Semangat kita akan kian membara karena harapan baru itu muncul dan bersemi seiring berlalunya waktu yang telah meninggalkan mimpi-mimpi buruk kita. Di tahun ini mentari akan bersinar semakin cerah, secerah kita menatap masa depan yang penuh harapan…




"...Selamat tahun baru 2011, selalu yakini akan ada pelangi di setiap badai yang menerjang. Dan apapun yang terjadi, selama kita kuat & bertahan segalanya akan berubah menjadi lebih baik..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Senin, 27 Desember 2010

Jawabannya Ada Di Dalam Dirimu...?




Apakah mimpi itu? buat apa kita mimpi? untuk apa dan siapa kita mimpi? mengapa kita harus mimpi? sampai kapan kita mimpi?
Pertanyaan yang lazim, bukan?..tapi apa salahnya kita bahas itu?

Saya cuma ingin sekedar mengobrol kepada teman-teman yang tertarik akan MIMPI. kita mulai dari apakah mimpi itu? "what is dream?". Mimpi adalah pertanda. betul? yupz...!!! tapi pertanda seperti apa?

sebelumnya kita mualai dari kata "pertanda" yakni sesuatu yang dapat mewakili sesuatu yang lain dalam batas-batas tertentu..Kalau begitu berarti mimpi adalah pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar. Pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktifitas emosi lain, hingga aktifitas emosi yang sama sekali tidak disadari.

Hey, tidak ada kata gagal dalam mengejar mimpimu. Jika kamu jatuh, kamu masih bisa bangun dan mencoba lagi! Jangan pernah takut! Percaya deh!
Tidak seharusnya merendahkan mimpi-mimpi anda..Pada akhirnya saya mengerti ketika teman-teman anda tidak lagi menjadi tempat bagi anda untuk bertukar pikiran, curhat, atau berdiskusi. Mungkin saya bisa untuk diajak berdiskusi tentang cita-cita, mimpi, keinginan, dan masa depanmu hingga anda harus curhat ke saya or ke orang lain. Tapi ketahuilah, anda bisa curhat atau bertanya pada ribuan orang, tapi sebenarnya jawaban itu ada pada dirimu sendiri!


*Dear, My Secret Admirer

Saya berharap, jika anda mempunyai masalah, anda akan memilihku untuk menjadi teman curhatmu. Karena apa gunanya saya, jika anda bertanya pada orang lain? Dan saya tidak ingin anda menulis pesan di facebook curhat pada seseorang tentang saya. Anda harus hadapi saya, datang padaku, bicara padaku, karena untuk itulah saya ada.
Oh ya, jangan juga menulis di status twittermu jika anda punya masalah denganku. Kita harus bicara! Inget (????), kita BICARA!
Saya berharap kita bisa menjadi teman diskusi yang baik. Saya tidak akan memaksamu untuk menjadi yang kau tidak inginkan. Yang saya inginkan cuma anda bahagia dengan apapun yang anda pilih dan hidupmu.




"...Di tengah-tengah anda sudah memiliki jawabannya, anda tahu siapa diri Anda dan Anda tahu apa yang Anda inginkan..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Minggu, 12 Desember 2010

Apakah Anda Pernah Bermimpi...?



Apakah anda pernah bermimpi..? tentu saja pernah, mimpi adalah bunga tidur. Terkadang ia datang dalam cerita yang menyenangkan, ketika anda bangun di pagi hari anda akan merasakan hati di penuhi kebahagiaan. Tetapi tak jarang mimpi hadir dalam cerita yang menyedihkan atau bahkan menakutkan. Tentu saja pagi anda akan menjadi muram. Tapi apapun mimpi anda itu semua tetap hanyalah sebuah mimpi. Lalu Apakah anda punya impian...? Setiap orang pasti mempunyai impian. Dan orang-orang memaknai impian mereka dengan berbeda. Ada yang menyatakan impian adalah harapan, ada juga yang berfikir itu hanyalah sebuah keinginan. Hingga mengabaikannya begitu saja.

Impian itu bisa saja perlahan-lahan hilang karena merasa kita tidak mampu meraihnya. Padahal antara impian dan keinginan itu sendiri sebenarnya berbeda. Keinginan biasanya tidak terlalu fokus, hanya sepintas dan tak ada dorongan dan semangat yang kuat untuk mewujudkannya. Sementara Impian itu merupakan keinginan yang kuat dan memiliki dorongan yang sangat besar untuk mewujudkannya. Impian memiliki kekuatan emosional. Pusat emosi ada di dalam hati, segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan seperti, cinta, marah, benci atau bahagia akan menimbulkan semangat dan antusias.

FLASHBACK:
Beberapa tahun lalu, semula saya tidak tahu bagaimana menulis catatan harian. Saya mencoba untuk membuat blog sendiri, beberapa bulan sudah mempunyai blog..Di blog itu, saya menulis cerita tentang kejadian yang menurut saya penting di dalam kehidupan saya.
berbulan-bulan kemudian, saya mulai rajin menulis di blog itu. Sampai hari ini pun saya masih suka menulis juga. Selain itu saya punya hobi fotografi (bukan hobi lagi, tapi sudah mencintai banget... ^_^)...hehehe

Maka saat itupun impian saya muncul. Saya akan menjadi seorang penulis dan ingin menjadi fotografer profesional. Dua pekerjaan yang berbeda, yang membuat saya mulai membangun mimpi-mimpi saya. Keduanya saya jadikan cambuk untuk memacu semangat dalam mengejar mimpi saya. Begitulah setiap hari kita selalu mendapatkan pesan positif dan negative secara bergantian. Jika kita mampu membangun sikap mental positif, maka kita akan berani bermimpi dan siap untuk mengejarnya dengan penuh semangat. Ayo semua kita bangun impian-impian kita. Agar hidup lebih bermakna, kerahkan setiap tenaga, fikiran, fokus pada tujuan dantanamkan sikap pantang menyerah. Suburkan sikap berani mencoba. Jangan takut gagal. Isi selalu hati dengan Doa. InsyaAllah kita akan meraih semua impian.




"...Menulis dan memotret adalah salah satu cara saya untuk berkomunikasi dan yang paling saya cintai sampai hari ini sehingga tanpa ini saya seperti orang bisu..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Rabu, 24 November 2010

Belajar Mencintai dan Mengenal Anda...?



Memahami orang lain memang sangat rumit..Bila kita tidak bisa bilang bahwa kita tidak akan pernah mengetahui sama sekali.

Saya sadar betapa jauhnya saya dari anda saya. Seperti ada gap yang sangat berjarak antara saya dan anda. Anda seperti kewajiban. Saya berpikir mengapa sulit bagi saya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban itu? Mengapa saya jauh dari anda? Mengapa rasanya seperti beban? Mengapa rasanya terpaksa? Mengapa saya tidak bisa dekat dengan anda? Berjuta pertanyaan berputar dikepala saya.

Ya, saya punya gap dengan anda, yang artinya saya juga punya jarak dengan anda. Saya mengenal anda..Tapi kenapa saya takut padanya? Rasa takut saya pada anda itu begitu besar menguasai diri dan pikiran saya. Berbulan-bulan saya bergumul dengan itu semua. Dan semakin kebelakang saya belajar bahwa "Rasa hati-hati" itulah yang justru membuat saya menjadi jauh. Saya ingat, mungkin dulu jika saya mendengarkan hati kecil (intuisi) saya, bahwa anda adalah pahala yang berlimpah.

Anda itu bukan tentang rasa takut. Tapi anda adalah rasa cinta dan kedamaian.

Mungkin telat bagi saya menyadari itu semua. Tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali kan? Lebih baik telat tapi saya lebih memahami dan mengerti anda? Kini saya belajar mencintai mengenal anda. Belajar mengenal anda lebih dekat lagi. Dan apapun yang harus saya jalani bukan sekedar kewajiban kosong tanpa rasa, tanpa hati. Tapi menjalaninya dengan penuh sabar dan semangat. Jika saya mencintai anda, maka ia akan menjadi tempat menumpahkan keluh kesah, senang susah, tangis tawa, dan bahagia saya. Intinya saya tau siapa yang sedang saya ajak berdialog.




"...Saya kini pelan-pelan sedang belajar mengenal anda & mulai jatuh cinta kepada anda..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Rabu, 10 November 2010

Saya dan Sang Sahabat...?



Hari ini saya inget, kemaren sahabat (tika) saya ulang tahun yang ke-20...Maaf y, saya belum bisa kasih hadiah dan belum sempet kumpulin ASZATA... ^_^

Setelah sekian lama (2 minggu), akhirnya saya bisa juga sejenak istirahat dari rutinitas, dan mencoba kembali untuk menulis..tenang saja, bukan suatu tulisan yang berat kok.
Saya rasa, saya tidak cukup baik untuk menulis satu hal yang terlalu serius..toh semuanya punya bidang masing-masing bukan?..Kesempatan saya menulis kali ini, sedikit saya paksakan di tengah malam.
Bukan sesuatu hal yang sangat penting (pribadi saya mengatakan, kalau ini penting...hehehe), tapi hanya karena saya tidak sabar untuk berbagi dengan yang lain, kepada siapaun anda yang menyisakan waktu sesaat saja untuk membaca tulisan ini.

Kesibukan saya beberapa hari belakangan ini, membuat saya menjadi orang yang sangat tidak peka..sampai akhirnya tersadar, saya lupa waktu untuk diri sendiri.
Menyedihkan memang. saya terlalu mencintai pekerjaan saya, tapi lupa untuk menyenangkan diri saya sendiri dan sahabat saya..^_^
Tidak heran memang kalau orang-orang, termasuk saya, sulit untuk mendapatkan kesempatan untuk tertawa..

Saya mengambil kutipan dari beberapa artikel di internet dan majalah:

"...Duluuuu sekali,untuk waktu yang lama, rasanya tertawa menjadi barang yang sangat murah..Tampaknya kita tidak pernah memikirkan berapa lama kita butuh waktu untuk tertawa.
Kalau perlu, menangis pun dengan tertawa..Tapi, semakin waktu beranjak, semakin kita mengenal dunia....
Yaa..sebutlah begitu, rasanya tertawa menjadi sangat mahal..Tampaknya tertawa menjadi hal yang sangat langka..."

Waktu dan masalah...
Saya pikir 2 hal itu menjadi musuh utama sang sahabat, yang saya sebut, Tertawa. tapi, setelah saya renungkan, saya bukan tidak punya kesempatan untuk Tertawa..Tapi, saya menutup kesempatan untuk Tertawa.
Di balik waktu yang sangat ”pendek”, masalah yang datang, saya malah membiarkan masalah menjadi akrab dengan kita.
Yaa..bodoh dan rugi, saya jadi selalu mentertawakan diri sendiri... ^_^

Sejak itu, mulai hari ini, dan seterusnya..Rasanya saya harus berteman lagi dengan sang sahabat.
saya rindu bersamanya, saya tidak sabar untuk selalu menghabiskan waktu dengannya, hanya untuk Tertawa.
kali ini, saya akan membiarkan untuk dia datang di kehidupan saya, dan biarkan di waktu kedepan, Tertawa yang akan merindukan untuk bersama saya. Bukan saya.




"...Suatu hari nanti kita kan bercerita lagi, Dan tertawa lagi disini..."




Thanks My Dear,


_a-nay_

Kamis, 21 Oktober 2010

Apa Salahnya Mencoba & Apa Salahnya Tidak Mencoba...?



Langit cerah membuat pagi yang begitu elok di pandang mata...Hari sabtu, yang biasanya saya di rumah saja, tapi hari itu berbeda karena di kampus saya mengadakan acara Ta`aruf (perkenalan).
Acara berlangsung di daerah Puncak..Niatnya hari itu saya mau menyusul ke sana, tujuan ke sana mau sejenak melupakan pekerjaan...hehehe

Saya berangkat dari rumah jam 4an, lalu sampai sana jam 7 malam..Di dalam perjalanan pada awalnya cuaca sangat bersahabat, tetapi ketika memasuki daerah Bogor cuaca pun tidak lagi bersahabat karena awan yang berubah warna menjadi kelabu. Walaupun hujan membasahi saya di perjalanan, tetap saya akan melaju motor saya dengan kebut...hehe

Setelah sampai di Puncak (villa rena), di depan villa banyak sekali bintang-bintang yang berkelap-kelip membuat suasana malam di puncak semakin indah.
Di sana saya memiliki tujuan lain, yaitu "would like to speak with my secret admirer"..Akhirnya tujuan itu terlaksana, walaupun hanya sebentar berinteraksi dengan dia... ^_^
Yang penting saya sudah berani dan mencoba, bahkan terkadang keberanian itu memberi resiko besar bagi diri kita.

Apa salahnya mencoba dan apa salahnya tidak mencoba? Mencoba menjadi salah manakala hasilnya tidak sesuai menurut ukuran kita yang hanya manusia, ini pun relatif karena 'ukuran' bagi tiap manusia berbeda. Tidak mencoba menjadi salah manakala orang lain telah mencoba dan berhasil, sementara kita tertinggal dan menyesal tidak melakukan apa-apa.




"...Dan hasilnya? Kita tidak berani mencoba, kita diam saja, kita melepas banyak kesempatan. Padahal mungkin bila kita coba, bila kita tidak diam saja, bila kita meraih kesempatan, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Paling tidak, usaha kita adalah cara kita belajar untuk memahami hidup. Bila salah, artinya kita bisa belajar dari kesalahan. Dan bila benar, maka kita akan mendapatkan kepuasan hati atas usaha yang kita lakukan. Tak ada salahnya berani mencoba selama masih dalam koridor kebenaran..."




Thanks My Dear,


_a-nay_

Sabtu, 09 Oktober 2010

Memotret Dengan hati...?



Kecintaan saya pada fotografi ketika saya mulai memiliki kamera sederhana saat semester 3, memang lebih kepada foto-foto tidak jelas dan tak penting, karena rol film habis untuk foto manusia yang kuambil secara asal. Hal ini tidak saya perhatikan hingga mata saya mulai suka dengan hal-hal yang diluar kebiasaan, mata saya termasuk pemilih dalam objek, agak luar biasa dalam mengatakan komposisi dan anglenya.
Hingga saya diperkenalkan dunia fotografi yang bagi saya tidak terbayangkan sebelumnya. Dunia ini membuatku bereksplorasi semakin gila. Menggila, hingga saya dihadapkan dengan “RULE-RULE” yang entah dari mana...

Aturan baku pengambilan gambar, dsb membuatku terhenyak, melihat kenyataan saya tidak pernah berfikir sampai sana, yang saya tahu hanya metering foto sudah benar, komposisi dan caraku memandang objek sudah bagus menurutku sendiri, dan mungkin orang akan beranggapan sama dengan saya, dengan hasil “ASAL JEPRET”. Saya mulai mengikuti aturannya, tetapi yang saya dapatkan hanya ketidaknyamanan dan saya kembali ke koridorku… “Asal Jepret!!”

Lama-kelamaan saya mengerti, kalau dunia fotografi itu adalah seni. menurut saya,
Seni adalah arah dariku memandang hidup, menceritakan hidup, memvisualisasikan imajinasi, menuliskan kehasratan dan seniku adalah sebuah kebebasan tentang SAYA!!

Cerita ini untuk mereka yang mencintai seni…
Untuk semua yang membantuku dalam pergerakan seni fotografi saya, terima kasih:

1. Kamera pertama saya yang mengajarkan indahnya garis-garis lurus dalam gambar untuk mulainya nilai seni fotografi saya, mengajarkan untuk mencintai manusia dari pergerakan mereka terekam dalam media foto
2. ASZATA yang selalu mendukung saya dalam hidup maupun di seni fotografi
3. Kampus Tercinta yang memperkenalkan saya pada dunia fotografi
4. Semua keluarga, teman dan sahabat yang mengajarkan saya seni dalam hidup

Sekali lagi...Terima kasih untuk perkenalannya dan perjalanannya.
Dan saya akan terus berevolusi, bermetamorfosis ke dunia yang semakin berseni dimataku...




"...Lakukanlah pemotretan dengan hati, belajarlah untuk mendengarkan suara hati kita..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_