Sabtu, 26 Maret 2011

Go Green, Save The Earth...?



Beberapa jam yang lalu semua di penjuru dunia melakukan pergerakan yang dinamakan "EARTH HOUR (Mengubah dunia dalam 1 jam)"..Kegiatan itu dilakukan untuk mengatasi pemanasan global yang ada di semua negara. Oleh karena itu, hari ini saya akan menulisnya di blog ini tentang kecintaan kita terhadap ibu pertiwi.... ^_^

Sejenak teringat masa lalu:
Mataku terpaksa memandangi sederetan pohon yang tumbuh di tepi jalan Sudirman, Jakarta, ketika sedang melaju dengan sepeda motor..Terpaksa karena hanya itu pemandangan yang cukup membuatku merasa damai di tengah hiruk-pikuk keramaian kota metropolis..Sebenarnya, tidak terlalu banyak juga pohon yang tumbuh, tapi cukuplah untuk sekedar memberikan asupan oksigen yang berarti bagi paru-paru saya..Masih bisa bernapas sampai sekarang adalah anugerah yang sangat luar biasa.

Di musim hujan seperti ini, kehadiran pohon sangat berarti sebagai penyerap air hujan yang sampai ke tanah, sehingga diharapkan tidak ada kelebihan air yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor..Kemampuannya mengolah karbondioksida menjadi oksigen dapat memberikan manfaat berarti bagi makhluk hidup lain. Kelebihan gas karbondioksida ini dapat memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan karena dapat menimbulkan pemanasan global (global warming)..Itulah sebagian manfaat dari kehadiran pohon bagi kehidupan makhluk.

Pohon, yang kita lihat diam, tanpa ekspresi, dan tenang, memberikan satu manfaat besar bagi kita..Tidak ada kesombongan, yang ada adalah keikhlasan memberi. Ketenangan pohon ini memberikan saya inspirasi..Ada kalanya ketika kita harus diam, tak berbicara, namun tetap memberikan manfaat yang berharga bagi orang lain..Ini patut kita tiru agar pintu keikhlasan berkorban dalam hati terbuka secara perlahan.

Pertumbuhan sebatang pohon mengikuti cahaya matahari, namun akarnya menyusuri tanah yang dalam..Tumbuh mengikuti cahaya, namun akarnya kuat mencengkeram bumi..Seperti itulah kita seharusnya..Menimba ilmu mengikuti cahaya-cahaya kebenaran, namun tidak serta-merta melupakan asal-usul kita, suatu tempat awal dimana kita tumbuh. Kekokohan sebatang pohon dapat terlihat dari ketinggian pohon itu dan kedalaman akar yang menyangga tubuhnya..Dalam pertumbuhan sebatang pohon, ada kalanya ranting-ranting tua patah dan tergantikan ranting-ranting baru.

Daun-daun yang telah layu menggugurkan dirinya dan diganti daun-daun yang lebih segar, kemudian tumbuh mekar..Sama seperti perjalanan hidup kita..Pola pikir yang telah usang, diganti dengan yang lebih memberi manfaat bagi banyak orang. Pandangan-pandangan yang sempit diperluas agar memberi kenyamanan bagi yang lain..Teori-teori lama digantikan dengan yang lebih bijaksana..Semuanya berubah seiring dengan peningkatan kedewasaan kita semua. Berubah untuk menjadi lebih baik.




"...Mencintai bumi ini seperti bayi yang baru lahir mencintai detak jantung ibunya..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Selasa, 01 Maret 2011

Diantara Dua Pilihan...?



Hey sob...

Akhirnya nulis blog lagi. Beberapa waktu kemarin saya memang lagi fokus nulis tentang keindahan alam indonesia..Dengan saking fokusnya, sampai saya mengeram diri di kamar berhari-hari. Ya, begitulah cara saya menulis catatan ini... ^_^
Biasanya orang lebih suka menulis diluar rumah, di café, pergi ke suatu tempat seperti pantai atau gunung, saya cukup mengurung diri di kamar. Saya justru tidak bisa menulis diluar, karena buat saya diluar itu justru banyak gangguannya dan saya jadi sulit konsentrasi.

well, bulan Maret ini saya akan mencoba menulis kembali tentang sebuah "Kewajiban dan cita-cita (mimpi saya}"..Makna dari kehidupan sendiri sebenarnya layaknya sebuah drama. Kita hanya perlu memilih peran apa yang ingin kita sandang. Dan dalam menjalankan peran yang kita pilih itu, semua adegan adalah kewenangan kita, baik itu apa saja yang ada di dalamnya, bagaimana kita menjalankannya, atau siapa saja yang terlibat. Seperti cerita saya di bawah ini:

Berawal dari pikiran saya 3 hari yang lalu, saya teringat ketika saya masih SD, SMP, SMA, dan kuliah masih bisa berkumpul dan bercanda bersama teman-teman. Misalkan, kita semua bercerita kembali tentang kejadian-kejadian yang lucu semasa waktu dahulu, seperti menjahili teman yang sedang tidur, main sindin-sindiran dan lain-lain. Pasti kita semua akan kembali teringat dan tertawa terbahak-bahak bersama...hehehe
Tapi, untuk saat ini, kejadian seperti itu tidak akan terasa lagi, karena kita semua sudah semakin dewasa dan harus bisa menentukan realita kehidupan ini masing-masing.

Ada setitik rasa berpikir yang tiba-tiba keluar dikepala saya mengenai perihal kejadian ini. Apa sebenarnya yang saya cari di kehidupan ini?..Apa yang harus di prioritaskan dahulu?? Kewajiban (pendidikan) atau cita-cita (mimpi saya)??? saya pun bingung harus memilih yang mana... ^_^

Saat ini ilmu pengetahuan saya bertambah, dengan adanya kamera ini. Kami layaknya sebuah teman yang akrab, saling mengerti dan saling mendukung. Memang masih terlihat sedikit kagok, tapi inikan baru awal pertemanan..Entah sampai kapan akan terus bertahan. Kami masih penuh semangat. Melakukan hobi fotografi ini, membuat saya mengerti apa arti dari melihat, fokus, peka terhadap sesuatu, rasa ingin tahu yang tinggi dan merekam sebuah kejadian yang indah.
Tapi yang menjadi pertanyaan besar selanjutnya, apakah memang ini pekerjaan yang akan saya tekuni sampai akhir hayat nanti? Itu dia pertanyaannya sudah keluar. Karena jujur saja, selama setahun belajar di bidang fotografi ini, saya sudah menjalani dan melihat bagaimana pola pekerjaannya. Dan saya merasa menikmati dan senang dengan pekerjaan sebagai fotografer. Selain itu, kita pun juga harus fokus terhadap kewajiban (pendidikan) kita di dunia ini... ^_^

Awalnya Beberapa teman juga mengatakan bahwa saya memiliki banyak bakat. Semoga profesi (mimpi) ini menjadi tempat saya berlabuh?..Diantara semua pilihan hidup, Semoga saja Tuhan sudah menunjukkan jalan dan membagi rezeki saya?..Bahwa memang tempat saya disini?
So...jangan pernah berhenti bermimpi! Kadang mimpi itu tidak terwujud disaat yang kita inginkan. Karena kehidupan punya misterinya sendiri. Jadi jangan cepat putus asa. Jika kita yakin dan terus berusaha, insya Allah mimpi itu akan jadi kenyataan!! :)




"...Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Bermimpi besar bukanlah pantangan, namun justru kewajiban. Kejarlah mimpi itu. Jadilah pejuang, jangan jadi orang biasa saja. Jadilah sang pemain kehidupan, jangan mau selalu jadi penonton. Jadilah bukti itu sendiri, jangan menunggu bukti dari orang lain. Kita ada untuk berjuang dan berkarya agar dapat bermakna untuk negeri ini..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Selasa, 15 Februari 2011

Pesona Pantai Ujung Genteng, Tetapi Terabaikan (Part 2)...?



Hai guys…. Saya lanjutin lagi ya cerita liburan di Pantai Ujung Genteng (Do’oh.. perasaan liburannya udah kapan tau deh ya, udah basi gak sih? Maafkan saya si pemalas yang lagi berat banget buat merangkai kata..hehehe. Saya lanjutin kembali cerita liburan super duper fun bersama teman-teman.
Tanggal 5 Februari, jam 6 pagi kita sudah meninggalkan tempat penginapan untuk memotret keindahan di Pantai ini. Dari tempat saya menginap untuk menuju pantai Ujung Genteng sekitar 2 kilo, saya dan teman-teman pergi ke Pantai Ujung Genteng dengan berjalan kaki. Kami berjalan di tepi pantai sambil memotret dan mencari objek yang bagus

Beugh, ternyata perjalanan ke Pantai Ujung Genteng cukup jauh. Gak sedeket dan secepet yang warga sekitar bilang. Tetapi dengan berjalannya kita menuju ke sana, saya dan teman-teman mendapatkan kejadian yang langka yaitu ada warga yang membersihkan motor menggunakan air pantai...hehehe. Dan kita pun langsung mengabadikan kejadian tersebut dengan menggunakan kamera masing-masing. ^_^
Sampai di Pantai Ujung Genteng, kami bertiga disambut pantai berwarna biru dan putihnya pasir. Hmm… surga! Kami excited banget, karna ini kali pertama kita ke pantai itu! Finally!! kita langsung bernarsis ria dan memotret segala sesuatu yang berada di sana. Di pantainya itu cuma ada beberapa orang saja yang menikmati indahnya pantai tersebut, karena kurangnya publikasi. Makanya pantainya masih cukup bersih dengan ciri khas pesisir pantai selatan yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Keunikan lain yaitu di pesisir pantai sepanjang ujung genteng hingga pantai batu nunggul tidak terdapat ombak karena sudah tertahan oleh beting karang yang berada sekitar 200m sebelum garis pantai. Di sana kami menghabiskan waktu selama 4 jam.

Setelah dari sana, kami pun kembali ke penginapan untuk istirahat sebentar dan makan. Kemudian jam 11 lewat kami bergegas kembali menuju Pantai Akuarium. Pantai Akuarium itu pantai yang berisi terumbu karang seperti kolam luas dengan air yang berarus tenang. Bila surut, maka kita bisa berjalan ketengah sambil melihat2 biota laut seperti bintang laut, siput - siput, ikan - ikan hias yang terperangkap, udang - udang kecil & bahkan cacing - cacing laut. Lalu sorenya kami pun melanjutkan memotret di Pantai Pangumbahan, Pantai Pangumbahan itu tempat melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) bertelur pada malam hari, yang menggali lubang untuk telurnya, menutup lubang untuk telurnya, juga anda bisa menyentuh penyu hijau tersebut. Karena kejadian yang langka bagi sebagian orang dan tidak semua objek wisata pantai memilikinya. Selain itu, jika pada sore hari di pantai ini ada pelepasan anak penyu yang dilakukan oleh petugas penangkar penyu di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Penyu Pangumbahan.


Pantai Akuarium


Saat Pelepasan Bayi Penyu

Itulah beberapa tempat obyek wisata yang saya dan teman-teman nikmati selama di Pantai Ujung Genteng. Sebenarnya masih ingin mendatengi semua obyek wisata yang ada di sini dan berlama-lama, tetapi karena keterbatasan waktu dan dana kami pun harus merelakannya...hehe ^_^

Ada beberapa obyek wisata yang belum sempet kami nikmati seperti Curug Cikaso merupakan kawasan Ujung Genteng ini kita bisa juga mengunjungi air terjun dan menyusuri sungai hingga ke hulu atau muaranya. Curug Cikaso merupakan salah satu air terjun yang banyak dikunjungi wisatawan. Lalu Muara Cipanarikan, merupakan salah satu objek wisata lain yang menarik di ujung genteng. Muara ini merupakan tempat bertemunya sungai cipanarikan dengan laut. Sungai Cipanarikan membentuk alur membelok terlebih dahulu sebelum masuk kelaut, sehingga terbentuk hamparan pasir yang cukup luas dengan bentuk pasir yang sangat halus, sangat cocok sebagai tempat bermain pasir bagi anak-anak.


Curug Cikaso


Muara Cipanarikan

Pantai Ombak Tujuh, terletak sekitar 15 Km dari pangumbahan yang bisa ditempuh dengan perjalanann jalan kaki selama 3-4 jam. Lokasi ini merupakan kawasan favorite bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Disamping objek wisata alam, Ujunggenteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.


Pantai Ombak 7

Hmm…, seperti itulah perjalanan liburan saya dan teman-teman, liburan yang amat sangat menyenangkan dan murah meriah! Meskipun dalam hati saya sangat berat untuk meninggalkan tempat yang indah ini, tetapi saya akan merindukan orang-orang di sini dan keelokan pantainya suatu hari nanti... ^_^
Well, usai sudah masa saya menjadi si Bolang anak pantai! Sekarang waktunya saya kembali berhadapan dengan realita, bergelut dengan kesibukan, kemacetan, tembok-tembok Mall, dan say goodbye dengan pantai!

Mari kembali bekerja! Nabung duit buat liburan lagi :)
Thank you Pantai Ujung Genteng yang sudah memperlihatkan pesona keindahan lautnya dan sekitarnya! I MISS YOU!




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Senin, 07 Februari 2011

Pesona Pantai Ujung Genteng, Tetapi Terabaikan (Part 1)...?



Bagi pencinta petualangan dan fotografer sejati, langit biru dan gelombang laut di Pantai Ujung Genteng adalah kerinduan. Tepian pantai di wilayah selatan Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu adalah tempat melepas penat sekaligus menikmati karunia Ilahi. Deburan ombak laut dan lengkungan langit biru tiada letih menerpa karang. Ikan aneka warna hilir mudik di antara selipan karang, menerjang lemah rumput nan hijau. Ketika surya beranjak menutup senja, warna merah jingga menyapa seisi pantai, mencuatkan kemilau cahaya merona. Lalu sebaran batu karang bak melengkapi panorama pantai pasir putih, yang boleh dibilang tercantik di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat. Keelokannya semakin terasa memesona kala mentari kembali ke peraduan.

Butuh kesabaran untuk sampai ke pantai ini. Sebelum sampai garis pantainya, kita harus melalui jalan berkelok-kelok. Namun ketika kaki menginjak garis pantainya, riak ombak Samudera Hindia membuat kita lupa segalanya. yang terucap hanya kata keindahan. karang-karang yang terhampar luas bersama pasir putih yang menyilaukan mata membuat hati terpesona oleh kemolekan Ujung Genteng. Itulah sepenggal pesona yang ditawarkan Pantai Ujung Genteng yang berada di Pesisir Selatan, Sukabumi, Jawa Barat. Bagi yang gemar wisata tirta, jangan membandingkan Ujung Genteng dengan tempat wisata lainnya. Namun semuanya akan segera terbayar oleh panorama alam Ujung Genteng yang menawan.

Baru-baru ini saya dan teman-teman pergi liburan ke Pantai Ujung Genteng! Yiiiihhhaaa…!!! Sebenernya Pantai Ujung Genteng merupakan hal yang baru buat kita, karena saya dan teman-teman baru pertama kali dateng ke pantai ini. Banyak sekali kata orang kalau pantai ini begitu eksotik dan menawarkan keindahan obyek wisatanya.

Sekarang saya mo share liburan kami yang super duper fun dan murah meriah itu!! Tanggal 4 Februari 2011, saya dan teman-teman berangkat ke Sukabumi. Kami bertiga berangkat jam 8 pagi ke arah Terminal Lebak Bulus, kemudian setelah sampai sana kita cari bis yang jurusan Sukabumi (Cibadak). Selama perjalanan dari terminal ke Sukabumi memakan waktu kurang lebih 3 jam atau 4 jam. Lalu kita sampai di Sukabumi (Cibadak) jam 11.30 WIB, dari situ kita menunggu setengah jam untuk menaiki bis jurusan Bogor-Surade. Dari perjalanan Cibadak menuju Surade menempuh waktu 4 jam, tetapi selama perjalanan kita bisa menikmati pemandangan yang indah di sisi kanan jalan, yaitu perkebunan teh Surangga, baru nanti melewati kota kecil Kiara Dua, Jampang Kulon & terakhir Surade. Kesemuanya itu merupakan jalan kecil yang tidak bisa dilalui dengan kecepatan tinggi, apalagi harus melintasi daerah hutan dengan kondisi jalan menanjak & menurun.Setelah kami sampai di Terminal surade, tidak tahunya angkot yang ingin menuju ke pantai sudah tidak ada...hehe. beberapa lama menunggu, kemudian ada angkot yang lewat dan kami bergegas naik angkot (warna merah) itu untuk menuju ke arah Pantai Ujung Genteng. Dari terminal Surade menuju pantai memakan waktu sekitar 1 jam, karena medan jalan yang kurang bersahabat. ^_^

Sekitar jam 5 sore akhirnya kami tiba di Pantai Ujung Genteng, di sana kami ingin mencari penginapan terlebih dahulu. Dari referensi yang saya cari di internet, bahwa di daerah Cibuaya mempunyai penginapan yang murah bagi wisatawan. Kami pun mencari daerah tersebut, setelah setengah jam mencari akhirnya kami menemukan tempat penginapan itu. Penginapan di Cibuaya relatif murah harganya, dari harga 350.000 hingga 150.000 juga ada. Dengan hasil kesepakatan kami pun menginap di daerah Cibuaya. Kenapa kami mengambil penginapan di daerah Cibuaya, karena lokasi yang cocok untuk berendam atau berenang karena merupakan cekungan pantai yang memiliki kedalaman yang bervariasi, dari mulai 0,5 meter sampai 6 meter. Didalamnya juga terdapat trumbu karang yang indah. Lokasinya sangat cocok untuk menikmati matahari sore, juga memiliki air laut yang cukup bersih & jernih. Terkadang bila musim ikan kakap atau krapu, cibuaya merupakan tempat ideal untuk memancing. Selain itu, posisinya berada di tengah-tengah objek wisata lainnya. Seperti, Pantai Ujung Genteng, Muara Cipanarikan, Tanah Lot Amanda Ratu, dan Penangkaran Penyu Pangumbahan.

Sedikit ingin memberikan rute perjalanan berangkat dan rute pulang dari Pantai Ujung Genteng.
Rute perjalanan berangkat:
Terminal Lebak Bulus (cari bis PARUNG INDAH) menuju Sukabumi (Cibadak): biaya Rp. 17.000
Sukabumi (Cibadak), (cari bis jurusan Surade – Bogor) menuju Terminal Surade: biaya Rp. 30.000
Terminal Surade (angkot warna merah) menuju Pantai Ujung Genteng: Biaya Rp 10.000
Rute perjalanan pulang:
Dari tempat penginapan bisa yewa ojek, angkot atau jalan kaki menuju pertigaan Cikuda Naik angkot (warna merah) menuju terminal Surade: biaya Rp. 10.000
Terminal Surade (naik bis LANGGENG JAYA) menuju Sukabumi (Terminal Lembur Situ): biaya Rp. 20.000
Terminal Lembur Situ (naik angkot warna kuning) menuju Terminal Degung: Biaya Rp. 5.000
Dari terminal degung ada 2 rute bis menuju Terminal Lebak Bulus dan Terminal Kampung Rambutan:
Terminal Degung (naik bis PARUNG INDAH) menuju Terminal Lebak Bulus: biaya Rp. 17.000
Terminal Degung menuju Terminal Kampung Rambutan: biaya Rp. 16.000

NB: buat para teman-teman yang ingin dateng karena dari terminal Surade menuju Pantai sangat jauh, kadang-kadang supir angkot menawarkan diri untuk mengantarkan para wisatawan sampai menuju pantai dan kadang juga menawarkan penginapan.

Hari pertama kami bertiga menempuh perjalanan sekitar 12 jam, tetapi kalau naik mobil atau motor mungkin bisa lebih cepat sekitar 6 jam atau 7 jam saja. Malamnya kami kami tidak melakukan aktifitas apa-apa, hanya menikmati deburan ombak yang indah, canda tawa dan mengenal warga sekitar.

Pokoknya malam itu, biarkan deburan ombak laut yang berbicara!!

Bersambung….
Next posting saya akan ceritain liburan kami di daerah Pantai Ujung Genteng!! See ya!!




Thanks, My Dear....


_a-nay_

Kamis, 20 Januari 2011

Jadilah Garam Dan Terang Kehidupan...?



Lama tak goreskan tulisan dalam selembar catatan. Sekedar mengungkap segala kerinduan akan sesuatu hal dan rutinitas yang pernah dilakukan. Untuk menjadi sesuatu yang mungkin terulang dengan segala harapan, semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Rindu akan rutinitas dengan agenda yang sudah dijadwalkan dengan matang, tetapi mendatangkan pelajaran dan pengalaman serta tambahan inspirasi untuk melakukan hal yang baru. Atau meningkatkan sesuatu hal yang pernah dilakukan dengan inspirasi baru, sehingga menjadi sebuah kemasan yang matang dan terlihat baru.
Rindu waktu-waktu bersama ketika menyapa hari. Rindu akan waktu untuk berbagi. Serta rindu akan tingkah polah yang selama ini dijalani.

Malam ini pun kita berkumpul, untuk merayakan ulang tahun sahabat saya..Ada beberapa sahabat saya tidak ikut dalam acara ini. Saat berkumpul bersama menikmati malam ini, kita pun bercerita tentang masa-masa 3.5 tahun kebersamaan kita dahulu..Di dalam cerita itu banyak sekali suka dan duka datang silih berganti memberi warna-warni dalam kehidupan kita semua, lalu saya teringat akan hari-hari indah yang pernah kita lalui bersama. Seperti makan bersama, selalu mengadakan acara ulang tahun buat sahabat kita dan lain-lain..Sebuah cerita-cerita yang kita punya itu, dapat memberikan rasa tawa yang begitu indah buat kita semua.
Sahabat-sahabatku, semoga dengan berkumpulnya kita lagi dapat memberi inspirasi indah dalam hidup kalian masing-masing..Saya menikmati setiap kehadiran kalian semua untuk melengkapi cerita-cerita indah pelangi ini.




"...Pelangi akan selalu bersahabat dengan hujan, matahari, angin, dan langit..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Kamis, 13 Januari 2011

Jilbab Biru Jadi Inspirasi Saya...?



hari ini saya begitu senang, senang pada arah pandangan saya, dan arah pemikiran saya hari ini..Sepanjang hari ini, entah mengapa saya begitu terpesona melihat, memandang, dan memperhatikan wanita yang berjilbab biru itu...?

Saya masih sangat mengenalnya, wanita berjilbab biru dengan senyum manis yang sering dilemparkannya untuk saya..Terkadang kulihat dirinya mencuri pandang ke arah saya. Tidak hanya sekali! Entah beberapa kali.
Saya tahu dirinya memendam rasa untuk saya, meski tak mampu diungkapkannya secara langsung..Namun gerak tubuh dan sikapnya memberi arti yang lebih.

Semoga dengan adanya wanita berjilbab biru, bisa membuat saya jadi terpacu untuk berbuat sesuatu yang nyata dan bisa membawa manfaat untuk orang banyak! Ya, saya ingin berguna untuk orang banyak!!! Itu salah satu keinginan saya yang belom terwujud!




"...siapapun atau apapun bisa saja menjadi inspirasi kalian, tapi jangan mencoba untuk menjadi seperti mereka. Tetaplah jadi dirimu sendiri..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun Baru, Menawarkan Berjuta Mimpi...?



Tak terasa detik demi detik berlalu begitu cepat, hari berganti hari, bulan-bulan berlalu..Setahun telah berlalu kembali, telah terukir semua kenangan. Pahit manis kehidupan datang dan pergi, suka dan duka mengiringi langkah kita setahun terakhir ini: tahun 2010.

Kini tahun baru telah tiba. Menawarkan berjuta mimpi. Membentangkan harapan, bukan duka dan kekecewaan. Ini adalah tahun yang menentukan, tahun yang harus penuh kesuksesan dan kebahagiaan.

Berbahagialah kita sekarang ini, karena menerima kegembiraan dan bisa membagikan. Kegembiraan yang barangkali berawal dari kata “baru”, yang berarti juga masih adanya harapan. Harapan akan sesuatu yang “baru”, yang lebih baik, lebih aman. Lalu mimpi yang terangkai tahun lalu yang belum sempat diwujudkan akan terlaksana di tahun ini. Tahun baru adalah semangat baru, semangat untuk berubah menjadi lebih baik, semangat untuk meraih segala impian karena selalu ada harapan baru.

Mungkin kita pernah bermimpi dan mimpi itu belum kita wujudkan. Ketika badai datang dan menghempaskan kita di sudut kehidupan yang menyedihkan, bukan berarti itu terjadi agar kita mengubur segala impian. Tetapi agar kita menjadi kokoh, sekokoh batu karang. Agar kita keras sekeras baja. Karena hanya dengan penderitaan manusia akan membaja. Seiring berjalannya waktu, diri kita telah ditempa dengan berbagai cobaan, ujian, kekecewaan dan sedikit kecemasan. Kita akan berubah menjadi mutiara atau tetap menjadi batu kerikil yang tidak ada harganya, hanya kita yang menentukan. Karena apa pun yang terjadi dalam hidup kita hanya kita sendiri yang bisa mengambil hikmah dan pelajarannya, bukan orang lain.

Kepada siapa lagi kita berharap jika kita tidak berharap kepada diri sendiri. Tuhan juga akan diam saja kalau kita tidak bergerak, take action! Jangan biarkan diri kita murung karena menyesali kegagalan di tahun lalu. Biarkan itu berlalu dan raihlah kebahagiaan kita di tahun ini. Semangat kita akan kian membara karena harapan baru itu muncul dan bersemi seiring berlalunya waktu yang telah meninggalkan mimpi-mimpi buruk kita. Di tahun ini mentari akan bersinar semakin cerah, secerah kita menatap masa depan yang penuh harapan…




"...Selamat tahun baru 2011, selalu yakini akan ada pelangi di setiap badai yang menerjang. Dan apapun yang terjadi, selama kita kuat & bertahan segalanya akan berubah menjadi lebih baik..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_