Senin, 06 Juni 2011

Fotografi Sebuah Jendela Untuk Melihat Dunia...?



Hai, Guys...

Hari ini saya mencoba menulis tentang dunia imajinasi saya, yaitu FOTOGRAFI.

Pada awalnya, fotografi bagi saya tidaklah lebih dari sebuah cara untuk mencari uang, hobi dan berkomunikasi... ^_^
Selama 2 tahun lebih menekuni fotografi secara otodidak, saya belajar banyak dari membaca tulisan teknik fotografi dan berbagai macam referensi buku..yang lebih parahnya lagi, tidak ada tempat untuk bertanya, saya terpaksa harus belajar menganalisis sendiri kualitas hasil foto, cara proses film dan cetak yang saya lakukan sendiri dan mencari solusinya sendiri.

Berbicara mengenai dunia fotografi tidak ada batasnya, karena fotografi itu merupakan sebuah seni melihat...selain itu, fotografi mengajarkan pada kita cara yang unik untuk melihat dunia dan sekaligus memberikan penyadaran baru akan segala keindahan yang ada di sekitar kita. Contohnya: dalam kehidupan sehari-hari manusia, pada secercah senyum tulus dari anak desa pada wajah-wajah yang bersimbah pada keringat di sawah atau ladang.

Fotografi juga memberikan pada kita untuk melihat lebih dalam, menggali makna dan memahaminya sehingga menumbuhkan rasa cinta yang dapat menciptakan inspirasi untuk melangkah lebih jauh..Lagipula fotografi memang merupakan sebuah jendela yang membuka cakrawala baru bagi kita, untuk menemukan kembali dunia yang ada di sekitar kita untuk melihat dan menikmati segala keajaiban yang bisa membawa begitu banyak kegembiraan dan kebahagiaan pada hidup kita.

Oleh karena itu, dengan banyak membaca saya mulai paham dengan berbagai potensi dan kesempatan yang ditawarkan oleh fotografi..Di dunia sana, ternyata tersedia kesempatan yang begitu luas bagi saya untuk memgembangkan keahlian, bakat, minat serta karier pilihan saya melalui fotografi. Dan inilah awal dari langkah saya dalam menekuni berbagai macam bentuk fotografi yang kini telah berhasil membuka jendela lebar-lebar bagi saya untuk melihat dunia.




“...Belajar melihat, menemukan harmoni dalam melihat melalui mata hati kita...”




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Selasa, 17 Mei 2011

Kemarin, Hari ini dan Hari Esok...?



hai guys,...

Satu episode kehidupan yang mungkin akan sulit saya lupakan dan akan terus membekas di hati adalah satu hari yang saya habiskan di akhir minggu kemarin..Begitu banyak kenangan dan emosi baru yang tak pernah saya rasakan sebelumnya, yang mewarnai hari itu. Segala sesuatu tentang ASZATA sungguh membuat saya rindu.

Hari minggu membuka pagi bersama sinar matahari dan kabut putih yang hampir penuh menutupi awan..Saya duduk sejenak di balkon sambil menikmati suguhan indah pagi hari yang tidak akan saya temukan di manapun.
saya akan jujur kalau saya hampir melupakan hari ulang tahun saya sendiri tahun ini..Setiap kali ada orang yang menanyakan kapan saya berulang tahun, saya pasti akan menjawabnya dengan “Well, everyday is my birthday..So, mau kasih kado?Sini, sini, saya akan dengan senang hati menerima…ahahaha…”

Satu hal yang tak pernah saya lupakan di setiap ulang tahun saya adalah hadiah..Ya, buat saya itu sangat spesial dibandingkan perayaan apa pun. Saya ingat betul bahwa ketika itu banyak harapan dan doa disampaikan teman-teman walau hanya diwakilkan dengan sebuah hadiah.

Tuhan memang Maha Penyayang..Setiap tanggal 3 Mei, saya selalu mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan pada saya. Saya tak peduli kalau tidak ada perayaan spesial di hari Ulang Tahun saya..Tetapi, yang saya peduli adalah bagaimana saya bisa memperlakukan orang lain dengan spesial, bagaimana saya bisa membahagiakan banyak orang, dan bagaimana orang lain bisa merasakan setiap hari adalah ulang tahunnya. (15 may 2011).
Nggak perlu nunggu ulang tahun untuk memberikan kado kecil atau kejutan kecil untuk orang lain. Nggak perlu juga nunggu ulang tahun untuk memberikan kata ‘selamat’ untuk keberhasilan seseorang atau ‘terima kasih’ untuk orang yang menolong kita. Terkadang kita lupa pentingnya kata-kata itu. Begitu susahnya kita mengucapkan kata sesimpel itu. Padahal betapa indahnya hidup kita kalau dipenuhi dengan kata-kata itu. Coba deh mulai dengan mengucapkan kata ‘Terima Kasih’ kepada bapak-ibu kita. Saya yakin bahwa banyak diantara kita yang justru jarang mengucapkan kata itu kepada mereka.


TERIMA KASIH ASZATA DAN TEMAN BARU SAYA... ^_^


Kemarin, hari ini dan besok saya akan tetap mengucapkan "terima kasih tuhan"..Terima kasih untuk matahari-Mu yang selalu mengawali hariku, terima kasih karena telah mempercayakan keyakinan untukku "faith", dari waktu saya terbangun di pagi hari sampai ketika saya kesulitan memejamkan mataku. Yang terpenting terima kasih untuk masih membuatku menunggu fajar berikutnya..Karena sampai kapan pun saya akan tetap menunggunya..Tak peduli berapa lama, saya ingin tetap melihatnya, melihat matahari pagi seperti matanya yang terus meyakinkanku akan harapan itu.

Ulang Tahun itu ibarat sebuah peringatan dari Tuhan. Sudah berapa banyak yang kita berikan untuk orang lain? Apakah kita sudah mempergunakan waktu kita dengan baik? dan sudah seperti apakah diri kita saat ini? Dan jawabannya ada di diri kita masing-masing.




"...Hari ini adalah hari esok yang saya impikan. Dan sebagian dari impian kemarin menjadi kenyataan hari ini. Karen aitu, hari ini saya akan meneruskan mimpi tentang hari esok. Dan mungkin banyak dari impian yang saya impikan hari ini akan menjadi kenyataan di hari esok..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Rabu, 04 Mei 2011

Ketika Angka 22 Menjadi Keberuntungan Saya...?



Hey friend ketemu saya lagi... ^_^

Angka memang penting dalam kehidupan kita. Berbagai hal dalam kehidupan di sekitar kita, pasti selalu berhubungan dengan angka. Mulai dari yang terdekat saja, misalnya tanggal lahir kita, nomor rumah kita, jam dinding di rumah, di dalam buku yang kita baca, dan sebagainya. Tanpa kita sadari, di dalam semua hal itu pasti ada unsur angkanya. Demikian juga dalam berbagai kebudayaan di dunia ini, angka juga menjadi suatu hal yang unik. Angka-angka tertentu dianggap sebagai sebuah keberuntungan atau bisa saja menjadi suatu hal yang dianggap kurang beruntung. Salah satu kebudayaan yang menganggap setiap angka itu unik adalah kebudayaan China.

Dalam kebudayaan China, beberapa angka dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan atau kesialan. Kedua hal tersebut didasarkan dari bunyi nama angka yang diucapkan dalam bahasa China. Jika dalam pengucapannya terdengar seperti kata yang memiliki arti buruk, angka itu pun akan dihindari. Sebaliknya, jika dalam pengucapannya terdengar seperti kata yang memiliki arti baik, angka itu akan dianggap baik dan memiliki keberuntungan. Karena kepercayaan inilah, sebagian orang akan memilih bahkan hingga membayar mahal untuk mendapatkan angka keberuntungan tersebut.

Ada yang "baru" saja menyelinap dalam benak saya, yaitu angka..Banyak sekali hal dalam hidup kita yang merujuk pada angka. beberapa yang sempat terpikir oleh saya: Angka "2" atau "22" atau kombinasi keduanya adalah semacam angka "keberuntungan" bagi saya. Tentu saja saya tidak sampai sebodoh itu sehingga menganggap bahwa angka inilah yang membawa keberuntungan bagi saya. Tapi angka-angka ini menjadi semacam "pertanda/sign" akan keberuntungan atau rezeki atau hal-hal seperti itu. Entahlah ini dianggap superstitious atau tidak.

Mungkin ini cuma sugesti, tapi yang jelas sugesti saya pada angka "2" cukup membantu meningkatkan kepercayaan saya terhadap sesuatu yang sedang saya lakukan atau setidaknya terhadap diri saya sendiri..Jadi seharusnya, menjelang ulang tahun yang ke 22 ini, saya menjadi lebih dewasa, kreatif, mencintai pekerjaan apapun yang dilakukan sekarang ini..Semoga sugesti saya terhadap angka 22 dapat membantu saya dalam menghadapi realita kehidupan ini dan saya suka angka kembar ini, bukan karena saya percaya akan angka keberuntungan, karena bagi saya keberuntungan itu buah dari kerja keras dan doa.

Apakah Anda mempunyai angka keberuntungan?
Jika saya ditanya demikian..Jawaban singkatnya adalah tidak. Sedangkan jawaban lengkapnya????




"...Saya tidak memiliki angka keberuntungan tapi saya memiliki angka impian..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Kamis, 21 April 2011

Mari Kita Berbuat Lebih Baik Bagi Bumi...?




Hai Guys....

Bulan Maret lalu saya sempat menulis tentang "EARTH DAY", dan sekarang ini saya akan mencoba kembali menulis tentang hal tersebut..Karena saya sangat mencintai bumi ini, seperti halnya kita merawat apapun yang kita punya di dunia.. ^_^

Berawal dari Adzhzan Subuh telah berkumandang pertanda matahari tengah bersiap-siap untuk menampakan diri, dengan gaun yang menjulurkan ke seantero jagat dan mahkota yang menjulang ke langit..Bumi pun dengan sabar menunggu untuk menyambut matahari pagi yang indah itu.
setelah matahari muncul dia pun berucap:
"...Selamat Pagi sayang ku, hari ini indah sekali..."
"...selamat pagi juga sayang ku, setiap hari itu indah tergantung bagaimana kita memandangnya..."
"...betul sekali..(sambil tersenyum)..."
"...ih koq, senyumnya lain amat seperti ada sesuatu, ada apaan nih?
"...gpp koq..."
"...ihhhhh ada apaan sih (dengan manjanya) jangan buat aku penasaran dong..."
"...heheeeee,,kamu tau aja, klo aku menyimpan sesuatu..."

Sambil mengecup kening Bumi, matahari pun berucap selamat ulang tahun sayang ku,menurut anak manusia hari ini tanggal 22 April kamu berulang tahun dan akan di rayakan semua manusia di seluruh dunia..Hari Bumi ini pertama kali di prakarsai oleh anak manusia bernama Gaylord Nelson pada tahun 1970 sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan..Berarti ini hari ulang tahun ke-30 kamu yah, padahal kan kita sudah bersama milyaran tahun yang lalu"

"...aduh makasih sayang atas ucapan nya, aku kan masih ABG, 31 tahun getooo lho..Sesaat kemudian Bumi pun meneteskan air mata nya..."
"...Lho….lho….lho.koq kamu menangis sayang ku?..."

"...aku menangis bahagia sekaligus sedih melihat keadaan sekarang ini, bahagia karna masih ada anak-anak manusia yang peduli terhadap ku..Sedihnya karena melihat diriku yang semakin hari semakin rusak, di rusak oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan pembangunan untuk menghancurkan diri ku.
Coba kamu lihat di kutub utara sana, salju mencair membuat diri ku semakin terkikis,
kau lihat juga di jantung ku, pohon-pohon yang di tumbuh di atas ku di potong secara liar, ketika hujan turun membuat sebagian tubuh ku longsor, dan terjadilah banjir, belum lagi terkadang aku suka "bergoyang" karena ketidakstabilan Alam ini..Atau kau lihat di kota-kota besar, asap-asap hitam dari limbah Industri dan kendaraan membuat ku sulit untuk bernapas, kau lihat juga efek rumah kaca yang membuat hari-hari ku di dunia semakin panas banget, dan juga dirimu (sambil menunjuk matahari) yang semakin hari semakin panas sudah tidak seperti yang dulu lagi..."

"...aku masih seperti yang dulu sayang ku, sabar sayangku, kita tidak bisa berbuat banyak kita kan hanya menjalankan perintah-Nya untuk menyelaraskan dan menyeimbangkan dunia..Mungkin hanya anak manusia yang bisa membantu menyelamatkan dan menyelaraskan kembali dirimu..."
"...Betul sayang ku, mungkin kita hanya bisa berdoa semoga ada anak manusia yang sadar dan berbondong-bondong untuk memperbaiki semua kerusakan yang ada dan menyadari betapa bergunanya diriku untuk kehidupan mereka..."
"...amien, semoga saja mereka mendengar doa kita ya..."

Waktu pun tak terasa cepat berlalu, setelah bedialog cukup lama akhirnya Bumi pun berucap:
"...sayangku, aku harus pergi untuk kembali berputar sesuai poros dan garis edarku, karena senja telah tiba..Dirimu akan berpulang ke peraduannya dan aku harus menemui sang malam yang sebentar lagi tiba..."
"...tunggu dulu sayangku, aku kan masih kangen, masih ingin bersenandung rindu padamu..."
"...besok kan masih bisa bertemu lagi..."
"...iya, klo kita masih di beri umur oleh-Nya..."
"...miss u too..."

matahari pun perlahan-lahan tenggelam seperti di telan bumi..Bumi pun murung dengan kesendirian dan kesedihannya karena sang malam telah menjemputnya.




"...SELAMAT HARI BUMI Kawan, Semoga Bumi Kita menjadi tempat yang nyaman untuk di tempati dan juga SELAMAT HARI KARTINI..Maju Terus Perempuan-Perempuan Indonesia..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_


NB: tulisan ini hanya fiktif belaka jika ada kesalahan ya mohon di maaf kan...hehehee

Rabu, 13 April 2011

Hidup Terus Berjalan...?



Hidup terus berjalan, seberapa pun berat masalah yang kau hadapi, hidup akan terus berlalu..Hidup adalah pilihan, dan kau harus memilih, dengan tidak memilih, kau pun telah memilih untuk tidak memilih. Saya tidak bisa kembali ke masa lalu, yang hanya saya bisa lakukan menoleh dan melihat masa lalu..Tapi, apakah saya akan terus menoleh, tidak bukan...ya saya harus melihat kedepan dan terus bergerak. Hmmm...jika boleh berbagi, cerita kehidupan saya adalah pilihan yang tidak lazim, jika teman – teman saya melihatnya. Mereka mengatakan saya gila dan saya terlalu naif dengan pilihanku. Tapi inilah kehidupanku, dan inilah diriku.

saya selalu berusaha untuk maju, meskipun banyak orang yang mengatakan tidak mungkin, namun tekad terpatri harus tetap maju, meskipun gagal tapi yang terpenting saya pernah mencoba melakukannya..Terutama jika hal tersebut dapat membuat kebanggaan, tidak hanya bagiku, tetapi juga orang tua, hingga teman-teman. Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, membuat saya mengerti apa arti sebuah pilihan..Pilihan itu seperti, pilihan masa depan (bidang yang disukai), pilihan pasangan hidup, dan pilihan apapun itu... ^_^

Hidup adalah pilihan, dan kembali saya bertemu dengan pilihan, yang membuatku melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri Jakarta, jurusan Kosentrasi Jurnalistik..Padahal jujur sama sekali saya tidak mempunyai pengalaman sedikit pun di dunia ini, tetapi diriku tetap berusaha untuk terus mencoba, dan memberikan yang terbaik. Pernahkah terlintas di pikiran kalian, orang seperti saya menjadi seorang penulis dan fotografer profesional...hehehe
Bicara tentang penulis dan fotografer, yang terlintas dalam pikiranku..Penulis dan fotografer merupakan jiwa seni yang tinggi, ilmu yang cukup memadai dan harus berani berimajinasi..Dan diriku bukanlah sosok seperti itu, terkadang saya minder dan selalu merasa tidak berani.

Akhirnya kubulatkan tekad jika tidak sekarang kapan lagi akan mencoba, kesempatan pun tidak akan datang dua kali..Ternyata setelah menjalaninya, meskipun hal ini bukanlah bidangku, tapi banyak pengalaman baru yang belum pernah kudapatkan. Dan yang terpenting pengalaman merupakan guru termahal yang pernah kita miliki..Banyak hal yang kini bisa kupahami, tidak ada salahnya kita bermimpi, bermimpilah yang tinggi, tetapi bukan sekedar mimpi..Tidak akan berguna mimpi yang indah atau mimpi yang luhur jika tanpa tindakan untuk memulai meraih mimpi tersebut. Mimpi memang sangat perlu untuk memelihara gairah hidup dan kemajuan, tetapi mimpi tanpa disertai tindakan hanyalah seperti pepesan kosong belaka.

Bahkan kita harus tetap belajar tanpa kenal berhenti, karena belajar adalah salah satu modal sukses bagi setiap orang..Sering orang mengatakan tidak bisa tanpa pernah belajar. Jika saat ini masih banyak yang belum kita kuasai, sudahkah kita belajar? Namun belajar tidak akan ada gunanya, meskipun seberapa lama kita belajar, seberapa tinggi ilmu kita, dan seberapa lengkap ilmu kita, tanpa disertai praktek dari ilmu tersebut..Tetapi jangan hanya asyik dengan belajar, kita juga harus mencari strategi yang jitu agar bisa sukses cepat..Karena suatu strategi bisa diketahui jitu, jika kita telah melaksanakan strategi tersebut, karena keadaan lapangan bisa berbeda dengan teori. Teori memang perlu, belajar memang perlu, tetapi melaksanakan teori yang telah kita pelajari itu lebih perlu.

Sehingga tindakanlah yang membuat orang sukses, tentu saja setelah mimpi yang tinggi dan ilmu yang mencukupi..Tindakanlah yang membedakan antara orang yang sukses dengan pemimpi disiang bolong. Tindakanlah yang akan memberi makna terhadap ilmu yang Anda miliki..Tindakan bukan sembarang tindakan, tindakan yang diperlukan untuk sukses adalah tindakan yang terus menerus dan penuh komitmen..Tindakan yang cerdas bukan hanya keras, tindakan itu harus dilandasi dengan strategi jitu yang sudah kita susun, dan tanpa kenal henti. Dan akhirnya kita sampai pada titik, semua tindakan itu tidak akan berarti apa-apa, tanpa kita pernah mencobanya..Setidaknya dengan berani mencoba, kita menjadi tahu dan merasakan tantangan tersebut.

Tidak ada salahnya kita gagal, karena kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda. Dan yakinlah ada hikmah besar, dibalik semua hal yang kita lakukan..Ayo, jangan pernah berhenti mencoba hal yang baik dan berguna untuk kita karena semua hal tersebut akan berguna bagi masa depan kita. Dan kini…saya terus melangkah dan berpikir akan ke mana angin membawa kehidupanku selanjutnya..Waktu akan terus bergulir, dia tidak akan pernah berhenti. Ingin rasanya berhenti sejenak, sekedar untuk merenung, telah bergunakah diri ini bagi manusia yang lain? orang-orang sekeliling kita, orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita, atau hanya terus berkejar-kejaran dengan sang waktu tanpa pernah sadar untuk apa saya hidup.




"...Jangan pernah berhenti bermimpi! Kadang mimpi itu tidak terwujud disaat yang kita inginkan..Karena kehidupan punya misterinya sendiri..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Sabtu, 26 Maret 2011

Go Green, Save The Earth...?



Beberapa jam yang lalu semua di penjuru dunia melakukan pergerakan yang dinamakan "EARTH HOUR (Mengubah dunia dalam 1 jam)"..Kegiatan itu dilakukan untuk mengatasi pemanasan global yang ada di semua negara. Oleh karena itu, hari ini saya akan menulisnya di blog ini tentang kecintaan kita terhadap ibu pertiwi.... ^_^

Sejenak teringat masa lalu:
Mataku terpaksa memandangi sederetan pohon yang tumbuh di tepi jalan Sudirman, Jakarta, ketika sedang melaju dengan sepeda motor..Terpaksa karena hanya itu pemandangan yang cukup membuatku merasa damai di tengah hiruk-pikuk keramaian kota metropolis..Sebenarnya, tidak terlalu banyak juga pohon yang tumbuh, tapi cukuplah untuk sekedar memberikan asupan oksigen yang berarti bagi paru-paru saya..Masih bisa bernapas sampai sekarang adalah anugerah yang sangat luar biasa.

Di musim hujan seperti ini, kehadiran pohon sangat berarti sebagai penyerap air hujan yang sampai ke tanah, sehingga diharapkan tidak ada kelebihan air yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor..Kemampuannya mengolah karbondioksida menjadi oksigen dapat memberikan manfaat berarti bagi makhluk hidup lain. Kelebihan gas karbondioksida ini dapat memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan karena dapat menimbulkan pemanasan global (global warming)..Itulah sebagian manfaat dari kehadiran pohon bagi kehidupan makhluk.

Pohon, yang kita lihat diam, tanpa ekspresi, dan tenang, memberikan satu manfaat besar bagi kita..Tidak ada kesombongan, yang ada adalah keikhlasan memberi. Ketenangan pohon ini memberikan saya inspirasi..Ada kalanya ketika kita harus diam, tak berbicara, namun tetap memberikan manfaat yang berharga bagi orang lain..Ini patut kita tiru agar pintu keikhlasan berkorban dalam hati terbuka secara perlahan.

Pertumbuhan sebatang pohon mengikuti cahaya matahari, namun akarnya menyusuri tanah yang dalam..Tumbuh mengikuti cahaya, namun akarnya kuat mencengkeram bumi..Seperti itulah kita seharusnya..Menimba ilmu mengikuti cahaya-cahaya kebenaran, namun tidak serta-merta melupakan asal-usul kita, suatu tempat awal dimana kita tumbuh. Kekokohan sebatang pohon dapat terlihat dari ketinggian pohon itu dan kedalaman akar yang menyangga tubuhnya..Dalam pertumbuhan sebatang pohon, ada kalanya ranting-ranting tua patah dan tergantikan ranting-ranting baru.

Daun-daun yang telah layu menggugurkan dirinya dan diganti daun-daun yang lebih segar, kemudian tumbuh mekar..Sama seperti perjalanan hidup kita..Pola pikir yang telah usang, diganti dengan yang lebih memberi manfaat bagi banyak orang. Pandangan-pandangan yang sempit diperluas agar memberi kenyamanan bagi yang lain..Teori-teori lama digantikan dengan yang lebih bijaksana..Semuanya berubah seiring dengan peningkatan kedewasaan kita semua. Berubah untuk menjadi lebih baik.




"...Mencintai bumi ini seperti bayi yang baru lahir mencintai detak jantung ibunya..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_

Selasa, 01 Maret 2011

Diantara Dua Pilihan...?



Hey sob...

Akhirnya nulis blog lagi. Beberapa waktu kemarin saya memang lagi fokus nulis tentang keindahan alam indonesia..Dengan saking fokusnya, sampai saya mengeram diri di kamar berhari-hari. Ya, begitulah cara saya menulis catatan ini... ^_^
Biasanya orang lebih suka menulis diluar rumah, di café, pergi ke suatu tempat seperti pantai atau gunung, saya cukup mengurung diri di kamar. Saya justru tidak bisa menulis diluar, karena buat saya diluar itu justru banyak gangguannya dan saya jadi sulit konsentrasi.

well, bulan Maret ini saya akan mencoba menulis kembali tentang sebuah "Kewajiban dan cita-cita (mimpi saya}"..Makna dari kehidupan sendiri sebenarnya layaknya sebuah drama. Kita hanya perlu memilih peran apa yang ingin kita sandang. Dan dalam menjalankan peran yang kita pilih itu, semua adegan adalah kewenangan kita, baik itu apa saja yang ada di dalamnya, bagaimana kita menjalankannya, atau siapa saja yang terlibat. Seperti cerita saya di bawah ini:

Berawal dari pikiran saya 3 hari yang lalu, saya teringat ketika saya masih SD, SMP, SMA, dan kuliah masih bisa berkumpul dan bercanda bersama teman-teman. Misalkan, kita semua bercerita kembali tentang kejadian-kejadian yang lucu semasa waktu dahulu, seperti menjahili teman yang sedang tidur, main sindin-sindiran dan lain-lain. Pasti kita semua akan kembali teringat dan tertawa terbahak-bahak bersama...hehehe
Tapi, untuk saat ini, kejadian seperti itu tidak akan terasa lagi, karena kita semua sudah semakin dewasa dan harus bisa menentukan realita kehidupan ini masing-masing.

Ada setitik rasa berpikir yang tiba-tiba keluar dikepala saya mengenai perihal kejadian ini. Apa sebenarnya yang saya cari di kehidupan ini?..Apa yang harus di prioritaskan dahulu?? Kewajiban (pendidikan) atau cita-cita (mimpi saya)??? saya pun bingung harus memilih yang mana... ^_^

Saat ini ilmu pengetahuan saya bertambah, dengan adanya kamera ini. Kami layaknya sebuah teman yang akrab, saling mengerti dan saling mendukung. Memang masih terlihat sedikit kagok, tapi inikan baru awal pertemanan..Entah sampai kapan akan terus bertahan. Kami masih penuh semangat. Melakukan hobi fotografi ini, membuat saya mengerti apa arti dari melihat, fokus, peka terhadap sesuatu, rasa ingin tahu yang tinggi dan merekam sebuah kejadian yang indah.
Tapi yang menjadi pertanyaan besar selanjutnya, apakah memang ini pekerjaan yang akan saya tekuni sampai akhir hayat nanti? Itu dia pertanyaannya sudah keluar. Karena jujur saja, selama setahun belajar di bidang fotografi ini, saya sudah menjalani dan melihat bagaimana pola pekerjaannya. Dan saya merasa menikmati dan senang dengan pekerjaan sebagai fotografer. Selain itu, kita pun juga harus fokus terhadap kewajiban (pendidikan) kita di dunia ini... ^_^

Awalnya Beberapa teman juga mengatakan bahwa saya memiliki banyak bakat. Semoga profesi (mimpi) ini menjadi tempat saya berlabuh?..Diantara semua pilihan hidup, Semoga saja Tuhan sudah menunjukkan jalan dan membagi rezeki saya?..Bahwa memang tempat saya disini?
So...jangan pernah berhenti bermimpi! Kadang mimpi itu tidak terwujud disaat yang kita inginkan. Karena kehidupan punya misterinya sendiri. Jadi jangan cepat putus asa. Jika kita yakin dan terus berusaha, insya Allah mimpi itu akan jadi kenyataan!! :)




"...Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Bermimpi besar bukanlah pantangan, namun justru kewajiban. Kejarlah mimpi itu. Jadilah pejuang, jangan jadi orang biasa saja. Jadilah sang pemain kehidupan, jangan mau selalu jadi penonton. Jadilah bukti itu sendiri, jangan menunggu bukti dari orang lain. Kita ada untuk berjuang dan berkarya agar dapat bermakna untuk negeri ini..."




Thanks, My Dear...


_a-nay_